hERBAL

Alquran mensifati orang-orang kafir yang menentang ayat-ayat Allah

* Mereka Seperti Hewan Ternak, Bahkan Lebih Sesat Lagi…

Firman Allah,

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا

“…Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” {QS. Al-A’raaf: 179}

 

Maksudnya, mereka sama sekali tidak memanfaatkan anggota badan ini, yang telah dijadikan Allah sebagai sarana untuk mendapatkan petunjuk. Sebagaimana firmanNya,

وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً فَمَا أَغْنَى عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلا أَبْصَارُهُمْ وَلا أَفْئِدَتُهُم مِّن شَيْءٍ إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ

“…Dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, pengelihatan dan hati; tetapi pendengaran, pengelihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah…” {QS. Al-Ahqaaf: 26}

Padahal sebenarnya mereka itu tidaklah tuli, bisu dan buta, kecuali terhadap petunjuk. Allah berfirman,

فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأَبْصَارُ وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

“…Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati (qolbu) yang di dalam dada…” {QS. Al-Hajj: 46}

Dan firmanNya,

أُوْلَئِكَ كَالأَنْعَامِ

“Mereka itu seperti binatang ternak.”

Maksudnya, mereka yang tidak dapat mendengar kebenaran dan tidak pula membelanya, serta tidak dapat melihat petunjuk, adalah seperti binatang yang digembalakan yang tidak dapat memanfaatkan anggota tubuhnya, kecuali untuk mempertahankan kehidupan dunia saja. Sebagaimana yang difirmankan Allah,

وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُواْ كَمَثَلِ الَّذِي يَنْعِقُ بِمَا لاَ يَسْمَعُ إِلاَّ دُعَاء وَنِدَاء

“Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak dapat mendengar selain panggilan dan seruan saja…” {QS. Al-Baqarah: 171}

Maksudnya, perumpamaan mereka pada saat diseur kepada iman adalah seperti binatang yang diseru oleh si penggembala, yang tidak dapat mendengar kecuali hanya suara semata, tetapi tidak mengerti maknanya sama sekali. Oleh karena itu, mengenai orang-orang itu Allah berfirman,

بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Bahkan mereka lebih sesat lagi…”

Artinya lebih sesat daripada binatang, karena binatang itu walaupun demikian, terkadang masih mau mentaati sang penggembala jika dilarang, meskipun binatang itu tidak memahami ucapannya, berbeda dengan orang-orang tersebut. Selain itu, karena binatang-binatang itu berbuat sesuai dengan apa yang diciptakan baginya, baik secara naluri maupun secara terpaksa. Berbeda dengan orang kafir, ia sebenarnya diciptakan untuk beribadah kepada Allah dan mengesakanNya, tetapi justru ia kafir dan menyekutukanNya. Oleh karena itu, orang yang taat kepada Allah, maka ia lebih mulia dari seorang malaikat yang taat, seperti dalam tempat kembalinya kelak. Dan barangsiapa yang kufur kepadaNya, maka binatang adalah lebih sempurna daripada dirinya. Oleh karena itu, Allah berfirman,

أُوْلَئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Mereka itu adalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lalai.”

{Dikutip dari “Lubaabut Tafsir Min Ibni Katsiir”, Al-Imam Abul Fida’ Isma’il Ibni Katsir Asy-Syafi’i rahimahullaah, pentahqiq; Asy-Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh. Edisi terjemah; ‪#‎Tafsir‬ Ibnu Katsir. Pustaka Imam Asy-Syafi’i.}

 

Tags: adalah, tidak, untuk, yang, orang-orang, mereka, allah, karena, dapat, lebih, binatang, seperti, tetapi
Hits: 523

Add comment