hERBAL

Rasulullah saw tidak tahu segala hal ghaib

Sebagian orang dalam membuat puji-pujian terhadap Rasulullah mengatakan bahwa Rasulullah mengetahui segala sesuatu yang ghaib. Perkataan semacam ini termasuk kategori al-Ghuluww yang tidak dibenarkan dalam syara’, karena Rasulullah tidak mengetahui segala sesuatu yang ghaib. Benar, beliau mengetahui beberapa perkara ghaib yang diberitakan oleh Allah kepadanya, namun tidak mutlak segala sesuatu yang ghaib. Karena segala sesuatu yang ghaib hanya diketahui oleh Allah saja. Allah berfirman:

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ (النمل: 65)

 

“Katakan –Wahai Muhammad-, tidak ada yang mengetahui, baik penduduk yang ada di langit maupun penduduk yang ada di bumi, terhadap sesuatu yang ghaib kecuali hanya Dia (Allah). (QS. an-Naml: 65).

 

Dalam ayat lain Allah berfirman:

 

وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (الحديد: 3)

 

“Dan Dialah (Allah) yang mengetahui segala sesuatu”. (QS. al-Hadid: 3).

 

Seandainya Rasulullah mengetahui segala sesuatu, serta mengetahui segala perkara yang ghaib, maka berarti beliau sama dengan Allah pada sifat-Nya ini. Jelas ini adalah sebuah kesesatan. Bagaimana mungkin Allah disamakan dengan makhluk-Nya?!

 

      Dalam kitab Shahih al-Bukhari diriwayatkan bahwa Rasulullah pernah mengirim tujuh puluh orang sahabatnya untuk mengajarkan Islam ke suatu wilayah. Di tengah perjalanan, para sahabat tersebut dihadang segerombolan perampok, dan mereka semua terbunuh. Seandainya Rasulullah mengetahui semua perkara ghaib, maka beliau tidak akan mengirim para sahabatnya tersebut, karena beliau tidak akan membiarkan para sahabatnya dibunuh.

 

      Dalam al-Qur’an Allah menyebutkan secara tegas bahwa Rasulullah tidak mengetahui segala sesatu yang ghaib. Allah berfirman:

 

وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ (التوبة: 101)

 

“Dan di antara penduduk Madinah ada yang sengaja (membangkang) di atas kemunafikan. Engkau (wahai Muhammad) tidak mengetahui mereka, -tapi- Kami (Allah) mengetahui mereka”. (QS. at-Taubah: 101)

 

Kemudian dalam ayat lain disebutkan bahwa Rasulullah sendiri mengakui tidak mengetahui segala sesuatu yang ghaib. Allah berfirman:

 

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوء (الأعراف: 188)

 

“Katakanlah (Wahai Muhammad): Saya tidak memiliki suatu apapun bagi diriku dari manfa’at maupun bahaya, kecuali apa yang telah dikehendaki oleh Allah. Dan seandainya saya mengetahui segala yang ghaib maka saya akan benar-benar memperbanyak dari kebaikan, dan keburukan tidak akan menemuiku”. (QS. al-A’raf: 188)

 

Tags: tidak, yang, dalam, bahwa, allah, akan, rasulullah, beliau, ghaib
Hits: 384

Add comment