Ayat ke 46

 

وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْ وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ (46)

 

Artinya:

Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya. (14: 46)

 

Setelah memerintahkan nabi-Nya agar memberikan peringatan kepada kaumnya tentang azab yang bakal menimpa orang-orang durjana di hari kemudian, Allah menjelaskan bahwa kaum kafir selalu berusaha memerangi dan meredam kalimatullah, dan panggilan Ilahi. Mereka berbuat apa saja agar seruan Ilahi tidak didengar oleh umat manusia. Apa yang mereka lakukan itu dalam ayat ini disebut oleh Allah sebagai makar. Allah Swt mengingatkan bahwa makar itu sedemikian dahsyat sehingga jika yang menjadi sasaran makar mereka itu adalah gunung-gunung yang kokoh niscaya gunung-gunung itu akan tercabut dari akarnya dan lenyap karenanya.

 

Akan tetapi Allah maha mengetahui akan makar mereka dan Allah pulalah yang membalas perbuatan jahat kaum kafir itu dengan azabnya. Allah menggagalkan makar mereka dan membuat seruannya didengar di seluruh penjuru dunia. Allah juga bisa menimpakan makar itu terhadap kaum kafir tersebut sehingga mereka merugi karenanya.

 

Dari ayat suci ini dapat kita petik beberapa pelajaran penting yang salah satunya adalah bahwa kaum durjana dan kafir sekuat dan sebesar apapun tetaplah mereka kerdil dan kecil di hadapan kekuasan Allah berarti menentang kekuatan Allah yang tak berbatas.

 

Ayat ke 47

 

فَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِ رُسُلَهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ (47)

 

Artinya:

Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan. (14: 47)

 

Menyusul ayat tadi yang menegaskan bahwa Allahlah yang akan langsung membalas makar kaum durjana, ayat ini mengingatkan semua orang bahwa Allah Swt adalah Tuhan yang Maha benar. Dia tidak akan pernah mangingari janji yang telah diberikannya kepada para rasul yang Dia utus. Salah satu janji Allah adalah bahwa Dia akan membalas kekafiran dan keingkaran dengan azab. Berbeda dengan balas dendam yang dilakukan manusia pada umumnya dan didasarkan pada kebencian dan permusuhan, pembalasan yang dilakukan Allah adalah karena dasar kebijaksanaan dan untuk meluruskan tabiat manusia.

 

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎

1. Tertundanya kedatangan janji Ilahi jangan sampai membuat kita berkecil hati dan meragukan kebenaran janji itu.

2. Allah Swt telah memberikan kesempatan kepada orang-orang kafir dan zalim untuk hidup di dunia dengan gemilang kenikmatan. Hal itu dilakukan atas dasar hikmah dan kebijaksanaan Allah Swt, bukan karena Allah mengingkari janji untuk memberikan pertolongan kepada para nabi-Nya dan membalas kekafiran kaum durjana.

 

Ayat ke 48

 

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ (48)

 

Artinya:

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. (14: 48)

 

Setelah menjelaskan bahwa Allah akan membalas makar kaum durjana dan pasti memenuhi janji-Nya kepada para rasul, ayat ini mengingatkan akan pemandangan yang bakal terjadi di Hari Kiamat. Allah berfirman bahwa kelak ketika hari akhir tiba, bumi akan diguncang sedemikian rupa sehingga tidak lagi berbentuk seperti asalnya. Dalam surat yang lain Allah Swt berfirman bahwa goncangan yang terjadi di Hari Kiamat akan sedemikian dahsyat sehingga semua yang menyaksikannya dicekam ketakutan yang sangat hebat. Gunung-gunung akan tercabut dari tempatnya dan berterbang bagai kapas-kapas yang ditiup angin goncangan itu bakal menjadikan bumi datar. Selain gempa bumi dahsyat, ayat ini menceritakan bahwa langit pun akan berubah tidak seperti langit yang ada sekarang. Matahari dan bintang-bintang redup dan tak lagi memberikan sinar.

 

Setelah segala sesuatunya berakhir, Allah akan mengumpulkan semua manusia di sebuah padang yang sangat luas bernama padang mahsyar. Di sana mereka semua tertunduk di hadapan Allah Swt yang maha kuasa dan perkasa.

 

Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎

1.Allah Swt kelak akan membangkitkan dan menghidupkan kembali semua manusia dari awal hingga akhir untuk memperoleh batasan atas perbuatannya di dunia.

2. Hari Kiamat adalah hari pembalasan. Tidak ada kata belas kasih terhadap kaum  durjana dan zalim, dan Allah sendiri yang bakal memperhitungkan amal perbuatan mereka.

 

Ayat ke 49-51

 

وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ (49) سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَى وُجُوهَهُمُ النَّارُ (50)

 

Artinya:

Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. (14: 49)

 

Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka. (14: 50)

 

Pada pertemuan yang lalu telah dibahas bahwa Allah Swt tidak akan pernah mengingkari janji-Nya dalam membalas kekafiran kaum Kafir. Lalu Allah menggambarkan keadaan yang terjadi pada hari kiamat ketika bumi tidak lagi berbentuk seperti biasa. Gunung-gunung tercabut dari tempatnya dan terhembas bagai kapas yang beterbangan ditiup angin. Di hari itu, hanya Allah lah yang berkuasa dan Dia lah yang mengadili semua hamba-Nya.

 

Ayat ini menjelaskan kehinaan para pendosa yang di azab oleh Allah Swt pada hari kiamat. Tangan, kaki dan leher mereka terikat rantai. Tubuh dan ruh mereka diazab bersama dengan para pendosa lainnya. Mereka diberi pakaian khusus bagi penghuni neraka yang terbuat dari sesuatu yang berbau menyengat yaitu sejenis ter yang mudah menyala sehingga tubuh mereka semakin tenggalam dalam api.

 

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎

1. Al-Quran menggambarkan Hari Kiamat dengan sangat indah sehingga seolah-olah kita diajak untuk menyaksikannya langsung saat ini juga. Tujuannya, adalah untuk mengingatkan kita agar kita tidak terjerumus ke dalamnya.

2. Pakaian yang dikenakan para pendosa di dunia, seperti pakaian-pakaian indah, pakaian yang membangkitkan nafsu, simbol keangkuhan dan arogansi, kelak pada hari kiamat menjelma dalam bentuk azab bagi mereka.

 

Ayat ke 51-52

 

لِيَجْزِيَ اللَّهُ كُلَّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (51) هَذَا بَلَاغٌ لِلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوا بِهِ وَلِيَعْلَمُوا أَنَّمَا هُوَ إِلَهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ (52)

 

Artinya:

Agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya. (14: 51)

 

(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (14: 52)

 

Setelah menjelaskan nasib orang-orang kafir dan durjana di Hari Kiamat dan apa yang bakal mereka alami di neraka nanti, di akhir surat Ibrahim ini Allah Swt berfirman bahwa terjadinya kiamat berdasarkan keadilan ilahi dan bahwa setiap perbuatan baik maupun buruk akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah Swt. Ajaran kitab samawi dan pengajaran para nabi harus menjadi peringatan bagi orang-orang yang berdosa agar mengambil pelajaran darinya. Jika tidak, mereka akan terjerumus ke dalam penyimpangan dan kesesatan.

 

Dari dua ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:‎

1. Tidak ada perbuatan di dunia yang tidak akan dibalas, karena segala sesuatu tercatat di hadapan Allah Swt.

2. Sekedar turunnya perintah tidak cukup, selain itu diperlukan ancaman. Hanya sekedar mengetahui tidak cukup, selain itu perlu mengingatkan dan memperhatikan. (IRIB Indonesia)

 

Sumber: http://indonesian.irib.ir/al-quran/-/asset_publisher/b9BB/content/tafsir-al-quran-surat-ibrahim-ayat-46-52/pop_up

Tags: adalah, dari, tidak, yang, bahwa, mereka, ayat, allah, hari, akan, kaum

Add comment